Edukasi

Kerjakan Soal di Posko

Pelajar pengungsi sedang mengerjakan soal UAS di posko pengungsian.

Bencana erupsi Gunung Agung rupanya berdampak diberbagai sektor kehidupan masyarakat, salah satunya sektor pendidikan. Sejak dinyatakan naik ke level awas, masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana memilih mengungsi ke beberapa wilayah yang tidak terdampak erupsi Gunung Agung. Hal ini juga berimbas terhadap pengungsi pelajar yang seharusnya menempuh ujian akhir semester.

Sebanyak 9 orang siswa Sekolah Dasar asal Karangasem yang sedang mengungsi di pos pengungsian Desa Tembok mulai mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS). Mereka mengerjakan soal UAS di posko pengungsian Kantor Kepala Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Mereka merupakan siswa dari SD 1 Dukuh, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem yang mengungsi ke Desa Tembok. Para siswa ini mulai mengungsi untuk kedua kalinya sejak Senin (27/11) siang.

Meskipun jauh dari kata nyaman, akan tetapi para siswa ini terlihat begitu tenang menjawab soal UAS di posko pengungsian, tanpa merasa terganggu dengan suasana bising. Nampak mereka begitu semangat dan antusias menjawab soal-soal UAS tersebut. Ni Luh Setiana Dewi misalnya. Siswa kelas 5 SD ini sedang asyik mengerjakan soal Bahasa Indonesia meskipun tengah berada di posko pengungsian. Setiana mengerjakan soal UAS yang ia ambil dari SD 4 Tembok yang jaraknya hanya puluhan meter dari posko pengungsian. “Sedang jawab soal Bahasa Indonesia, sejak jam 11 siang. Setelah Bahasa Indonesia baru jawab soal IPS. Kalau soalnya diambil di SD 4 Tembok” ujar Setiana Dewi dengan singkat, Selasa (28/11).

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gede Suyasa mengungkapkan UAS tingkat SD memang sudah dilaksanakan sejak Senin (27/11) lalu.  Dirinya menjelaskan bahwa sebelumnya, pengungsi yang berstatus pelajar memang sudah pernah ditampung di sekolah di Buleleng. Akan tetapi mereka memilih untuk pulang ke Karangasem karena status Gunung Agung sempat diturunkan. Namun lantaran terjadi erupsi, akhirnya mereka pun memilih mengungsi kembali di Tejakula.”Mereka ini sebenarnya sudah sempat ditampung di Sekolah kita Kemudian mereka balik pulang setelah Gunung Agung statusnya diturunkan beberapa waktu lalu. Namun, kemarin mereka balik lagi mengungsi karena adanya erupsi dan status Gunung Agung dinaikkan. Ya mestinya mereka ke sekolah dulu, tapi kok belum ada laporan jika mereka ke sekolah. Mungkin saja karena mereka baru datang Senin malam, sehingga baru bisa mengikuti UAS hari Selasa” ujar Suyasa.

Suyasa menambahkan soal dan lembar jawaban UAS memang sudah dibawa dari sekolah asalnya dari Karangasem. Tak hanya itu, siswa yang sudah terdata sejak mengungsi pertama kali juga disuplay soal dari Disdikpora Karangasem. Hanya saja Disdikpora Buleleng yang membantu mendistribusikan ke sekolah yang menampung pengungsi.”Iya, soal dan lembar jawabannya mereka membawa dari Karangasem. Bahkan khusus siswa yang sudah dititipkan sejak mengungsi pertama soalnya juga sudah dibawakan Jumat lalu dari Karangasem oleh Disdikpora. Bahkan kami juga langsung mendistribusikan ke sekolah yang menampung siswa berstatus pengungsi” imbuhnya.Suyasa berharap agar pengungsi yang berstatus pelajar segera mendatangi sekolah-sekolah yang dulunya sudah terdaftar agar kegiatan belajar dan urusan pendidikan terkonsentrasi di sekolah. (Wiwin Meliana)

 

 

 

 

 

 

Klik mengomentari

Tinggalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

Ke atas