Sudut Pandang

Dua Proyek Tertunda

Bukan sifat Kikan Namara suka menunda pekerjaan. Namun kadang hal tersebut tak dapat dihindari ketika banyak kendala menghadang untuk menuntaskan pekerjaan yang sudah direncanakannya. Itulah yang terjadi pada dua proyeknya, meluncurkan album baru dan pembuatan studio rekaman. Dua project tersebut sudah direncanakan  sejak beberapa tahun lalu, namun sampai kini belum juga terwujud.

“Bukan karena tidak penting, keduanya penting sekali dan sudah aku rencanakan sejak lama bahkan bertahun-tahun lalu. Namun sampai kini belum bisa diwujudkan. Terus terang sesungguhnya bukan aku dengan sengaja menunda, apalagi banyak yang menanyakan album misalnya, tapi mau bagaimana.  Aku memang tidak sempat menanganinya karena sangat sibuk dengan berbagai kegiatan,” ungkap mantan vokalis band ‘Cokelat’ ini. Ia mengakui dua hal itu sebenarnya masuk prioritas resolusinya di tahun 2017. “Dengan sangat menyesal, 2017 hampir habis, jadi aku hanya bisa katakan  resolusi itu aku  belum bisa wujudkan  tahun ini,” ungkap Kikan.

Diakui penyanyi lagu hits ‘Bendera’ ini, dia memiliki kesibukan luar biasa di sepanjang tahun ini. “Jadi tahun ini aku sangat sibuk untuk sesuatu yang positif. Kalau dibilang alhamdulilah, ya alhamdulilah, ada banyak kegiatan, meskipun untuk itu ada yang dikorbankan yakni merilis album yang sudah aku rencanakan sejak lama,” tambahnya.

Sepanjang tahun ini, ada banyak kegiatan yang dia lakukan, salah satunya adalah terkait keberadaannya sebagai Duta Perdamaian BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) juga sebagai mentor dalam pelatihan-pelatihan yang digelar terkait program perdamaian BNPT. “Jadi kami roadshow ke berbagai kota di Indonesia untuk melakukan pelatihan-pelatihan. Di setiap kota kami merekrut sekitar 60 orang anak muda  yang sebelumnya telah diseleksi, kemudian memberi pelatihan kepada mereka. Anak-anak muda ini berasal dari berbagai disiplin ilmu. Aku sendiri selain bertugas sebagai Duta Perdamaian, juga menjadi mentor untuk season bertema kebangsaan dan nasionalisme. Nah kegiatan itu, cukup lama, memakan waktu tiga sampai empat hari di setiap kota,” paparnya.

Kegiatan itu, katanya boleh dibilang cukup menyita waktunya, karena dia dan timnya datang ke banyak kota. Di luar kegiatan BNPT itu, dia juga memiliki sejumlah pekerjaan lain di antaranya adalah manggung off air. “Kebetulan juga tahun ini aku melakukan kolaborasi dengan sejumlah seniman tradisi. Jadi aku boleh dibilang sibuk banget. Hal yang juga tak kalah pentingnya di mana aku juga harus membagi waktu untuk keluarga. Aku ini kan ibu dari dua anak, putri dan putra, mereka juga memerlukankan perhatian aku,” ungkapnya.

Dengan kesibukan yang tinggi itulah pada akhirnya rilis album baru juga pembangunan studio rekaman jadi tertunda-tunda. “Jadi memang aku harus mengakui bahwa tidak mudah mengatur waktu supaya semuanya bisa berjalan secara paralel. Malah bagi aku bukan agak susah tapi susah sekali mengatur waktu. Sementara untuk menuntaskan album aku harus punya waktu khusus, dan hanya fokus di situ saja. Karena aku ini bukan tipe orang yang bisa, misalnya rekaman tiga hari, kemudian pergi ke luar kota mengerjakan yang lain. Aku nggak bisa begitu. Karena menurut aku kalau sampai terjadi seperti itu, pasti ‘nafasnya’ berbeda dalam satu album itu,” kata Kikan yang sempat tampil dalam drama musical ‘Gita Cinta the Musica’.

Tertundanya album bukan karena masalah collecting lagu tapi lebih pada kesibukannya juga kemampuannya mengatur waktu. “Semua materi sudah siap tinggal waktunya saja belum,” tambahnya.

Untuk studio, juga persoalan utamanya adalah kesibukannya yang tinggi dimana dia banyak melakukan perjalanan ke luar kota. “Ini memang di luar perkiraan. Dulu aku pikir bisa melaksanakanya bersamaan dengan renovasi rumah. Namun yang terjadi, aku banyak keluar kota, padahal untuk membangun studio itu teknisnya lebih rumit dibandingkan rumah. Hitung-hitungannya harus akurat. Selain itu aku punya pengalaman soal renovasi rumah yang molor selesainya karena aku jarang ada di tempat. Nah aku tidak mau terulang lagi hal seperti itu. Jadi kalau aku mengerjakan dua proyek itu, apakah album ataupun studio, aku harus sering ada di tempat untuk supervisi, tidak bisa ditinggal-tinggal,” ucapnya.

Wanita kelahiran 1976 ini, dia berjanji  akan mewujudkan keduanya pada 2018 mendatang. “Kalau tidak ada halangan Januari 2018 mungkin pembangunan studio sudah bisa dijalankan. Sedang penggarapan album, tidak harus menunggu rampungnya studio, aku bisa menyewa studio,” ujar Kikan. (Diana Runtu)

 

 

Klik mengomentari

Tinggalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

Ke atas