Griya

Patung Ganesha Banyak Diburu

Pemasangan dan pemajangan patung Ganesha pada rumah-rumah masyarakat Bali, seolah-olah menjadi trend dalam masyarakat Hindu Bali dalam beberapa tahun terakhir ini. Oleh sebagian besar orang, patung Ganesha ini ditempatkan di di pintu masuk rumah atau aling-aling dengan maksud sebagai penghalang kekuatan negatif memasuki areal rumah yang dapat mempengaruhi penghuni rumah.

Selain itu, ada pula yang menempatkannya di tengah-tengah halaman rumah, di pintu masuk pura atau merajan, di tengah ruangan rumah, di atas altar sebagai pemujaan, namun ada juga yang membelinya untuk souvenir. Terkait penempatan patung Ganesha ini, ia mengatakan banyak masyarakat yang salah kaprah. “Saya tidak berani berkomentar banyak karena bukan wewenang saya. Tapi saya sering mendengar ceramah dari tokoh-tokoh agama dan membaca bukunya juga,” ucap karyawan UD “Pucak Agung” yang menjual berbagai macam patung dewa termasuk Ganesha, Nengah Rana (34).

Fenomena ini bisa jadi diakibatkan oleh banyak faktor. Ia mengamati tren ini berkembang sejak maraknya tayangan film-film India di televisi, yang salah satunya juga mengangkat tentang kisah dewa-dewa. “Namun, patung Ganesha yang dalam mitologinya adalah putra Dewa Siwa inilah yang paling banyak diburu pembeli. Dalam sehari minimal 2 patung terjual. Dari ukuran kecil 10 cm sampai yang paling besar 1,25 meter tersedia disini,” ujarnya.

Selama 17 tahun bekerja di showroom yang berlokasi di Jalan Raya Kapal, Mengwi-Badung tersebut tentu membuat Nengah Rana hapal betul karakter pembelinya. Bahkan peminat patung ini tak hanya orang Hindu, Bali, tapi juga orang Jakarta, Surabaya, Bandung. “Mereka nyari patung yang kecil-kecil, katanya untuk oleh-oleh,” jelasnya.

Bentuk patung Ganesha ini pun beragam, ada yang posisinya berdiri, duduk bersila, dengan bawaan yang berbeda-beda pula di tangan kirinya. Terkait hal ini, Nengah Rana mengaku tak terlalu paham filosofinya. Namun ia perhatikan, jika pembelinya orang pintar atau orang suci, mereka pasti detail melihat bawaan di tangan patung Ganesha tersebut. “Kami juga sering membuat sesuai pesanan pembeli,” imbuhnya.

Patung Ganesha dan patung-patung lainnya yang dijual di tempat ini dijelaskan Nengah Rana adalah hasil cetakan dengan beragam finishing. Ada yang difinishing biasa yang tampak seperti batu, ada yang diwarna hitam, ada juga yang divariasi dengan cat prada (emas). (Inten Indrawati)

Klik mengomentari

Tinggalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

Ke atas