Kuliner

Menyaksikan Atraksi Chef sebelum Makan

Biasanya, di restoran itu, chef yang membuat dan mengolah menu bekerja di belakang. Pelanggan hanya disajikan hasil olahannya, lalu makan. Pelanggan menebak kualitas chef dari taste menu yang mereka rasakan.
Berbeda dengan Restoran Hibachi Voyage. Para chef di restoran ini mengolah makanan di depan para pelanggan, sehingga ada interaksi yang antara pemesan dan pembuat menu. Lebih unik lagi, tempat makan restoran yang memadukan konsep Restoran Jepang dan Amerika ini juga menampilkan atraksi para chef.
Para Chef Hibachi Voyage yang akan menyiapkan berbagai jenis menu kepada para tamunya mengawali dengan atraksi unik, sehingga menjadi tontonan menarik. Mereka memasak sambil memainkan musik dengan memanfaatkan peralatan masak sebagai alatnya. Mereka terkadang bergerak penuh ekspresi, seperti seorang penari.
Restoran ini memberikan kesempatan bagi para pelanggan untuk menanyakan nama menu, bahan, cara membuat dan lainnya. Pelanggan juga bebas memilih menu yang akan diolah secara langsung oleh chef yang berada di depannya. Konsep seperti ini tergolong baru dan pertama ada di Bali yakni memasak makanan yang secara langsung disaksikan oleh si pemesan. “Para tamu tidak menikmati makanan yang sudah jadi, kami memberikan kesempatan untuk menyaksikan, sehingga tahu bahan dan cara mengolahnya,” ujar Samsul Azhari, General Manager Restoran Hibachi Voyage.
Samsul menambahkan, di Jepang pilihan menu yang ditawarkan terbatas, kalau di Hibachi pilihan menunya lebih variatif dan lebih banyak karena biasanya Hibachi mengikuti porsi makan ala orang Amerika. Hibachi menawarkan menu dengan olahan seafood, daging, ikan, salad dan berbagai menu lainya. Tamu yang datang diajak berinteraksi oleh chef yang ramah, lalu beratraksi menunjukan kepiawaian mengolah makanan.
Menu-menu, Hibachi Voyage antara lain Wagyu Kagoshima, Omakase yang terdiri dari beberapa item diantaranya, schalep, tuna atau salmon dan udang yang bersamaan dengan salad, sop dan wine. “Semua menu disini dijaman halal, saus disini kita menggunakan sake untuk membuat saos dan apinya. Semua makanan kita masih dalam keadaan mentah kita masak di hadapan tamu,” paparnya.Pengunjung juga boleh mencoba memasak ala chef di restouran ini. (Darsana)

Klik mengomentari

Tinggalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

Ke atas