Nine

Tampil Cantik Kepribadian Menarik

Seminar Kepribadian di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB di Mataram

Tampil cantik dan menarik tentu menjadi dambaan setiap insan, khususnya kaum hawa. Akan tetapi tampil cantik dari dalam dilengkapi dengan kepribadian atau ahlak yang baik adalah cantik yang akan bertahan lama. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi selaku Penasihat Dharma Wanita Persatuan Provinsi NTB, mengungkapkan hal itu saat tampil menjadi keynote speaker pada acara seminar Kepribadian dengan tajuk “Tampil Cantik, Kepribadian Menarik” di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, minggu lalu.

Pada seminar yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Provinsi NTB itu, menghadirkan pula dua orang narasumber kecantikan dan kepribadian, yaitu Prof. Hj. Rodliyah Muthalib, S.H., M.H., dan Nyonya Yohana Iwan Asbari, serta diikuti ratusan anggota Dharma Wanita Persatuan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTB.

Kepada seluruh peserta seminar, Erica yang hadir bersama Wakil Ketua I TP PKK- NTB, Hj. Syamsiah M. Amin memaparkan bahwa kecantikan tidak hanya menyangkut keanggunan wajah dan keindahan fisik semata. Ia menegaskan, letak kecantikan seorang wanita, justru merupakan hasil dari perpaduan yang serasi antara keanggunan fisik dan kecantikan ahlak atau kepribadiannya (inner beauty).

“Bicara soal kecantikan fisik, kita semua tahu kalau itu semua bersifat sementara dan mudah sekali rusak. Misalnya make up bisa luntur bila kita membasuh wajah. Akan tetapi cantik dari dalam dilengkapi dengan kepribadian yang menarik adalah cantik yang bertahan lama,” katanya.
Bila merujuk pada Alquran dan hadist banyak sekali contohnya, seperti salah satu hadist yang menegaskan bahwa “Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, akan tetapi Allah melihat hati dan perbuatan kalian,” ujarnya.

Oleh karenanya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota Dharma wanita baik dari provinsi, maupun kabupaten/kota se-NTB yang telah menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap hal-hal yang esensial tentang kecantikan dan kepribadian/akhlak yang menarik. Pada kesempatan yang sama, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi NTB Hj. Rimbun Rosiady menyampaikan bahwa seminar kepribadian ini adalah salah satu ajang mempelajari bagaimana perilaku seorang wanita yang baik. “Perilaku kita sebagai seorang perempuan apalagi bila kita sebagai istri pejabat tentu menjadi perhatian dan sorotan, mulai dari sikap, cara berbicara dan bagaimana kita berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita,” ujarnya.
Rimbun juga berpesan kepada seluruh anggotanya agar bisa menjadi perempuan yang sukses, baik sukses sebagai seorang istri, sukses sebagai seorang ibu yang mendidik anak-anak dan sukses berperilaku baik yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. (Naniek I. Taufan)

Lobar Juara Umum MTQ ke-27

Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-27 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berlangsung di Kabupaten Bima NTB meninggalkan kesan yang dalam khususnya bagi warga Bima sebagai tuan rumah. Antusiasme penonton yang menyaksikan gelaran lomba-lomba yang dilaksanakan di arena MTQ di halaman Kantor Bupati Bima yang baru itu terlihat dengan ramainya penonton yang berduyun-duyun datang memenuhi arena MTQ. Di malam final MTQ beberapa waktu lalu, warga tampak memadati arena tersebut.

Setelah berlangsung selama seminggu, MTQ ke-27 Provinsi NTB secara resmi ditutup oleh Wakil Gubernur NTB, H.Muh. Amin, S.H., M.Si., di Halaman Kantor Bupati Bima, Desa Penapali Kecamatan Woha, Rabu (1/11). Kegiatan MTQ dinilai berlangsung sukses dan mendapat banyak apresiasi baik dari masyarakat maupun dari berbagai pihak. Kali ini pada MTQ-27, Kabupaten Lombok Barat berhasil keluar sebagai Juara Umum dengan mengoleksi 70 medali dari seluruh cabang lomba yang ada. Disusul Kabupaten Lombok Tengah sebagai juara dua dengan meraih 64 medali dan Kota Bima berada di uratan tiga dengan membawa pulang 63 medali. Penetapan juara tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Hakam tentang juara lomba yang dibacakan Ketua Dewan Hakam, Drs. H. Ramli Ahmad, M. Ap. dan Sekretaris DR. H.M. Zaidi Abdad.
Kesuksesan penyelenggaraan MTQ provinsi ini menurut Wakil Gubernur NTB, merupakan kebanggaan tersendiri bagi pemerintah, panitia penyelenggara dan seluruh masyarakat Kabupaten Bima yang telah berupaya sungguh-sungguh menyiapkan dan menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa salah satu indikator kesuksesan MTQ 27 ini adalah terpilihnya qori’ qori’ah, hafizd hafizdah, mufasir dan mufasiroh terbaik yang akan menjadi duta pada MTQ Tingkat Nasional tahun 2018 mendatang di Provinsi Sumatra Utara.
Karena itu, Amin sempat menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan tersebut seraya berpesan kepada seluruh pemenang lomba untuk senantiasa belajar dan meningkatkan kemampuan. “Jadilah duta daerah yang mampu berprestasi pada even yang lebih tinggi demi harumnya nama baik daerah Nusa Tenggara Barat,” ungkap Amin di hadapan ribuan masyarakat yang hadir pada acara penutupan MTQ tersebut.
“Suatu kebanggan bagi kita semua apabila nantinya duta-duta kita ini mampu mencapai perestasi gemilang di ajang MTQ Tingkat Nasional mendatang,” lanjutnya.

BIMA TUAN RUMAH
Seperti halnya Wakil Gubernur NTB, Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri menyampaikan rasa bangga dan haru setelah Pemerintah Provinsi memberikan kepercayaan daerahnya untuk menjadi tuan rumah MTQ ke-27 tingkat Provinsi NTB tahun 2017 tersebut.
“Kami seluruh jajaran pemerintah serta masyarakat mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi NTB ke-27 tahun ini,” ungkapnya.
Menurutnya MTQ kali ini merupakan yang pertama kali dihelat di Kecamatan Woha setelah daerah ini dimekarkan dengan Kota Bima. Ini dianggap sejarah baru bagi masyarakat setempat Kabupaten Bima. Indah Damayanti mengatakan bahwa lebih dari 500 orang peserta dari seluruh kabupaten/kota se-NTB yang mengikuti kegiatan tersebut. Selama MTQ ini, ribuan masyarakat dari berbagai pelosok desa turut hadir dan menyaksikan lomba tersebut. “Dukungan masyarakat kami sangat luar biasa,” katanya. Dan itu dinilainya sangat membanggakan.

Wakil Gubernur NTB kemudian menyerahkan hadiah bagi para pemenang lomba. Sebelumnya, Amin juga sempat menyerahkan hadiah khusus bagi pemenang lomba pada STQ Nasional ke-24 yang belum lama ini berlangsung di Tarakan Kalimantan Utara.
Amin menyampaikan bahwa MTQ sesungguhnya adalah wahana pelestarian khasanah budaya Islam dalam membangun generasi qurani dan masyakat madani,yakni kehidupan yang penuh toleransi, saling berkontribusi, saling membangun hidup dan saling memberi kemanfaatan dalam kedamaian dengan suluruh umat beragama. Seperti yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Besar Muhammad SAW kepada ummatnya dan juga menjadi tauladan bagi dunia.

Ia mengatakan bahwa agama merupakan modal utama dan memberi spirit terbesar kepada masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan di semua sektor kehidupan. Dalam konteks inilah, maka Musabaqah Tilawatil Qur’an, kata Muh Amin juga menjadi media pendidikan yang penting dalam membangun toleransi dan Ukuwah Islamiah. Karena melalui MTQ provinsi ini para kafilah saling berinteraksi satu dengan lainnya, mengenali budaya daerah satu dengan yang lainnya, sehingga rasa persaudaraan diantara sesama semakin tumbuh.

“Mengucapkan hal-hal yang baik saja akan menciptakan suasana kehidupan yang harmonis. Apalagi kalau kita sering membaca al-qur’an, tentu akan membentuk pribadi-pribadi yang berkarakter religius Islami,” ujarnya. Oleh karena itu, ia mengajak semua umat beragama untuk terus memperkuat benteng keimanan masing-masing dengan meningkatkan pemahaman dan pengamalan kandungan ajaran Al Qur’an. (Naniek I. Taufan)

Klik mengomentari

Tinggalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

Ke atas