Mandalika

“Perkuat Komitmen ke-Indonesiaan”

Gubernur NTB menyapa para pelajar usai peringatan Sumpah Pemuda di halaman Kantor Gubernur NTB

“Saya ingin mengingatkan kepada para siswa-siswi dan para pemuda, bahwa Anda semua adalah tulang punggung Indonesia di masa depan. Perbanyaklah perjumpaan, perkuat silaturahmi dan titik-titik kesamaan serta sisihkan perbedaan,” begitu pesan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, beberapa waktu lalu.
Gubernur NTB menyampaikan harapannya kepada para pemuda dan pelajar di NTB untuk terus memperkuat komitmen ke-Indonesiaan bagi kejayaan dan kemajuan nusa dan bangsa ini, khususnya bagi kejayaan dan kemajuan NTB. Karenanya, ia mengajak seluruh pemuda dan generasi penerus bangsa ini dapat terus mengobarkan api semangat sumpah pemuda. Selain itu, ia berharap pemuda-pemuda berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa, serta meninggalkan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan.
Diungkapkannya, pada Tabliq Khusus Sumpah Pemuda yang dilakukan di Masjid Raya Bintaro Jaya Tangerang Selatan, pemuda adalah sosok yang identik dengan ide-ide cemerlang dan selalu memiliki spirit yang kuat untuk berkontribusi bagi masyarakat, agama dan bangsa. Ia mengajak seluruh pemuda untuk terus menguatkan dan mewujudkan komitmen dalam kebaikan. “Menanamkan kebaikan pada diri sendiri dan selalu menularkan kebaikan-kebaikan itu kepada orang lain adalah salah satu cara untuk menghargai diri pemuda itu sendiri,” ujarnya.
Berbicara soal pemuda adalah bicara soal bagaimana memberikan kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat, karena dalam Islam konsep pemuda selalu diletakkan pada posisi yang tinggi dan luas mengingat peran dan kontribusinya pada agama, sebagaimana peran-peran pemuda pada masa Rasulullah memperjuangkan tegaknya Agama Islam di masa lampau.
Sebagai pemuda dan generasi penerus bangsa, Majdi yang ketika dilantik pertama kalinya sebagai Gubernur NTB pada tahun 2008 merupakan gubernur termuda di Indonesia ini juga mengajak para pemuda untuk banyak-banyak bersyukur. Kesyukuran itu karena bangsa ini sudah diantarkan pada kemerdekaan dan kesatuan Indonesia sebagai bangsa yang bersatu dan berdaulat. “Yang mengantarkan kepada kemerdekaan itu adalah, pertama, tentu atas karunia Allah SWT. Kepada-Nyalah kita harus bersyukur. Kemudian yang kedua, kemerdekaan juga diantarkan oleh para peletak dasar bangsa ini,” katanya.
Siapa peletak dasar itu? Menurutnya bukan hanya pada tahun 1945, Soekarno-Hatta dan para pejuang pendiri republik ini, tetapi juga peletak dasar itu adalah para pemuda tahun 1928 yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda. Oleh karena itu, pemuda wajib untuk senantiasa menghidupkan persatuan dan kesatuan bangsa. “Sebab harus diingat, bahwa kemerdekaan dan persatuan kesatuan bangsa ini dicapai dengan tetesan darah dan hasil perjuangan panjang yang penuh dengan pengorbanan dan air mata,” katanya.
Sementara Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrowi dalam sambutan tertulisnya mengajak para pemuda untuk menghentikan segala bentuk perdebatan yang menimbulkan perpecahan antara satu dengan yang lainnya. “Mari kita stop segala bentuk perdebatan yang mengarah pada perpecahan bangsa. Saatnya kita berani bersatu untuk kemajuan dan kejayaan Indonesia,” ajaknya.
Imam Nahrawi juga mengutip pesan Presiden RI yang pertama, Bung Karno bahwa jangan mewarisi abu sumpah pemuda. “Tapi warisilah api sumpah pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air, tapi ini bukan tujuan akhir,” tegasnya. Pesan yang disampaikan oleh Bung Karno ini sangat mendalam khsususnya bagi generasi muda Indonesia. Api sumpah pemuda harus diambil dan terus kita nyalakan.

Pada perayaan Hari Sumpah Pemuda itu, Gubernur NTB juga menyerahkan hadiah lomba pemuda pelopor tingkat Provinsi NTB. Beberapa bidang lomba yang diraih antara lain: Juara I bidang kepeloporan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan diraih oleh Irwansyah dari desa Marente, Alas kabupaten Sumbawa; Juara I bidang kepeloporan inovasi teknologi diraih oleh Badri S.Pd dari desa Pohgading Timur, Pringgabaya kabupaten Lombok Timur; Juara I bidang kepeloporan sosial, budaya dan pariwisata diraih oleh Margono Dwi Aribawa dari desa Lunyuk Ode, kabupaten Sumbawa. (Naniek I. Taufan)

Peletakan Batu Pertama Oleh Gubernur NTB

“Tidak ada buah yang tumbuh langsung bisa dinikmati rasanya, akan tetapi butuh waktu hingga matang. Begitu juga manusia kalau ingin jadi manusia yang komplit, butuh proses untuk menjadi manusia yang bermanfaat. Jadi, anak-anakku bersabarlah dalam belajar dan nikmatilah prosesnya,” ujar Gubernur NTB, Dr. TGH M. Zainul Majdi memovitasi para Santri di Asrama Santri Pondok Pesantren Nurul Jannah NW kampung Banjar Ampenan. Pesan tersebut disampaikan Majdi usai peletakan batu pertama pembangunan gedung lembaga pendidikan Pondok Pesantren NW yang berada di Kota Tua Ampenan beberapa waktu lalu.
Kepada seluruh santri dan santriwati, ia berpesan agar mereka giat menuntut ilmu. “Anak-anak, rajin-rajinlah menuntut ilmu dengan sebaik-baiknya, karena masa depan yang akan kalian tempuh beberapa tahun mendatang akan dapat ditempuh dengan baik oleh orang-orang berilmu. Maka senjatailah diri kalian dengan ilmu yang baik dan bermanfaat, kemudian sebarkan ke masyarakat,” katanya.
Saat itu, Majdi mengungkapkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat agar dimanfaatkan dengan baik. Itulah sebabnya ia berharap kepada para santri, agar dapat memanfaatkan sebaik-baiknya alat-alat teknologi sebagai sarana tambahan dalam belajar. Pada masa kini belajar jauh lebih mudah dari pada masa dulu. “Jika dulu sarana belajar terbatas, tapi sekarang kita dapat memanfaatkan sarana komunikasi yang terhubung dengan internet. Gunakan sarana teknologi itu untuk hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.
Ia juga menekankan kepada para santri agar tetap istiqomah dalam menuntut ilmu. “Allah selalu bersama orang-orang yang bertaqwa dan selalu berbuat baik. Dan perbuatan baik yang bisa kalian anak-anakku lakukan adalah, belajar dan menuntut ilmu setinggi tingginya. Seperti pohon, apabila akarnya tidak kuat maka seluruh bagian dari pohon itu juga tidak akan kuat. Begitu juga dengan anak-anakku semua, bulatkan tekad kita dalam menuntut ilmu untuk mewujudkan cita-cita,” tutupnya. (Naniek I. Taufan)

Klik mengomentari

Tinggalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

Ke atas