Sosialita

Dewi Suarjani: Bekerja dengan Hati dan Profesional

Pakaian seragam adalah salah satu unsur yang mampu mendukung kesuksesan sebuah hotel. Dengan seragam yang tepat, memiliki manfaat promo serta sebagai salah satu identitas. Selain itu seragam juga dapat memudahkan komunikasi dan menjaga hubungan antara karyawan hotel dengan para tamunya.
Berikut ini adalah sosok seorang desainer senior Kota Denpasar yang memiliki klien dan jam terbang cukup panjang terkait urusan seragam. Lantas bagaimana ia bekerja selama ini agar seragam karyanya sukses sebagai penunjang penampilan namun tetap nyaman dikenakan di berbagai aktivitas.
Tokoh menemui desainer bernama lengkap Dewi Suarjani, pemilik House of Dewi Fashion, di kawasan Jalan Wijaya Kusuma, Denpasar. Obrolan seputar kesibukannya membuat dan menyiapkan pakaian seragam untuk beberapa hotel di kawasan Jimbaran, Nusa Dua, yang sebagian besarnya adalah hotel bintang lima di kawasan BTDC . Begitu juga untuk hotel dan villa di seputar Seminyak dan Ubud.
Menurut Dewi Suarjani, melihat pakaian seragam yang dikenakan petugas atau karyawan sebuah hotel menjadikan para tamu mudah mengenali tipe maupun kelas dari hotel tersebut. Dengan seragam juga, karyawan hotel pun bisa tampil profesional dan percaya diri. Karenanya , Dewi berupaya semaksimal mungkin menciptakan karya terbaik bagi sebuah solusi visual klien- kliennya.
“Pakaian seragam biasanya akan disesuaikan, diantaranya dengan banguan ataupun interior dari hotel yang bersangkutan, ujar Dewi yang sejak tahun 2006 -an sudah mulai menggarap seragam. Ia mulai dari kalangan guru-guru sekolah ini.
Dewi Suarjani mengaku, saat mengawali mengerjakan seragam untuk para guru sekolah, ia sudah memiliki prinsip memberikan yang terbaik. Begitu pula ketika berlanjut menangani seragam untuk pegawai villa. Nah, dari rasa puas yang dirasakan para guru atau pun pemilik villa, mereka menyampaikan kepada rekan atau temannya tentang kepiawaian Dewi membuat seragam. Begitulah semua mengalir dan berkembang berkat informasi dari mulut ke mulut.

MENJAGA KUALITAS DAN SERVIS
Dikatakannya ketika order seragam terus mengalir dan semakin banyak, justru menjadikannya lebih terpacu untuk bekerja keras dan menghasilkan yang terbaik untuk kliennya. Yang pasti, katanya ia bekerja dengan hati., yang sebelumnya selalu diawali dengan doa dan rasa syukur untuk kemudian menuntaskannya tugasnya dengan memberikan servis dan kualitas yang sebaik-baiknya.
Bicara proses atau langkah yang dilakukan Dewi sehingga semakin banyak mendapatkan kesempatan dan kepercayaan membuat pakaian seragam hotel, dikatakannya sejak awal saat diterima dan diminta untuk menyampaikan presentasinya ia sudah siap dengan konsep yang matang. Salanjutnya dengan antusias ia mengikuti meeting pertama dan berlanjut dengan menyiapkan desainnya. Meeting berikutnya kembali membicarakan desainnya dan bertemu dengan semua departemen.
Hal ini, katanya dilakoninya dengan sabar, agar jika ada perubahan terhadap konsep yang sudah disiapkan akan lebih mudah dibicarakan.” Apakah itu soal warna, model maupun bahannya hingga menjadi sebuah contoh desain yang utuh, ujar Dewi sambil menekankan selain sabar juga diperlukan ketekunan dan ketelitian. Sebab, meski sample sudah disetujui masih bisa terjadi perubahan, misalnya bahannya yang perlu diganti. Semua ini sudah menjadi tanggung jawab saya untuk melakukannya, lanjut Dewi dengan tulus dan tanpa keluhan.
Selanjutnya meskipun Dewi mengatakan kliennya adalah partner, bahwa mereka satu sama lain saling memerlukan, namun yang namanya servis atau pelayanan tetap dipersembahkan yang terbaik. Termasuk selalu siap, ketika ada permohonan tambahan dari hotel untuk membuatkan hanya satu atau dua seragam lagi, mislanya untuk karyawan yang baru. Bagi Dewi, hal ini juga masih bagian dari tanggung jawabnya dan pelayanan yang harus diberikannya, sampai kepuasan bisa dirasakan oleh kilennya.
Selain itu ketulusan, juga menjadi bekalnya dalam bekerja. Apalagi dalam menangani hotel bintang lima. Sebab, dipastikan ia akan bertemu dengan ratusan orang yang karakternya berbeda. Begitu juga dengan satu bagian dengan bagian lainnya denga manajer mereka masing-masing dan dengan keinginan mereka berbeda.
“Bahkan, untuk hotel-hotel berbintang , satu hotel bisa memerlukan 12 desain seragam, cetus Dewi yang selama ini senang menawarkan dan menerapkan seragam buatannya dengan konsep etnik-modern, yakni memadukan budaya lokal dengan yang kekinian.
Dewi Suarjani kembali bercerita jika tengah menggarap seragam untuk siapa saja, apalagi yang jumlahnya tidak sedikit selain harus tekun dan teliti juga diperlukan yang namanya fokus.Dengan fokus kata Dewi ia yakin apa yang dikerjakan akan berbanding lurus dengan harapan. Dan, dengan fokus juga menjadikannya bisa bekerja lebih cepat dan efektif.
Dewi juga mengatakan bahwa kedewasaannya dalam berbisnis diperolehnya saat dirinya mengikuti kegiatan organisasi terkait kebisaannya mendesain pakaian. Di organisasi juga saya cukup mendapat gemblengan baik itu etika berbisnis maupun wawasan terkait perkembangan mode, tutur Dewi yang bukan hanya menjaga profesionalismenya tapi juga hubungan personal yang baik ini. -ard

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

To Top