Surabaya

Menikmati Indahnya Taman Korea

Menjalin hubungan baik antar negara sangat diperlukan. Karena tak ada satu negara yang dapat berdiri sendiri. Dengan dibentuknya hubungan yang baik, pencapaian tujuan negara dan terciptanya perdamaian dunia akan lebih mudah. Itu juga yang diupayakan Indonesia dan Korea Selatan. Awal Januari 2010, mulai dibangun Taman Korea yang menjadi simbol persahabatan kedua negara.
Pada 8 Mei 2010 taman persahabatan itu diresmikan Wali Kota Surabaya, yang saat ini masih dijabat, Bambang DH, dan diberi nama Taman Persahabatan Indonesia-Korea. Tempat rekreasi itu, kemudian disingkat Taman Korea. Lahan hijau seluas 1848 meter persegi itu dibangun dan didesain Pemerintah Korea.
Pemerintah Surabaya hanya menyediakan lahan serta perawatannya. Dengan menghabiskan dana sekitar Rp 544,5 juta, tercipta sebuah monumen yang menyimbolkan persahabatan keduanya. Di taman itu, terdapat prasasti, dengan di sisi kiri tugu bertuliskan dengan bahasa Indonesia. Intinya, dengan dibuatnya taman sebagai bentuk persahabatan.
Sedangkan sisi kanan, terdapat pernyataan yang sama dan ditulis dengan huruf hangul (aksara Korea). Diatas tulisan diberi simbol bendera dari masing-masing negara. Sehari-hari, taman tampak bersih dari sampah. Setiap pagi, keberadaannya digunakan warga setempat untuk jogging serta jalan santai mengelilingi taman itu.
Taman juga terlihat indah karena didukung hamparan rumput yang hijau, pohon rindang, tanaman hias yang tertata rapi, dan air mancur mini. Dilengkapi fasilitas jogging track, area terapi kaki dengan batu-batuan. Juga terdapat tempat duduk, dan beberapa tong sampah. Di seberang jalan terlihat sejumlah pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya. Sehingga, pengunjung taman tak khawatir kelaparan.
Taman Korea berada di Jalan Dr. Soetomo Surabaya. Tempat ini dipilih karena di sekitar taman banyak warga asing karena terdapat sejumlah kantor perwakilan asing termasuk Korea. Pemilihan Taman Persahatan ini juga didasari atas kerjasama yang dijalin kedua negara, seperti, bidang pendidikan, perdagangan, pengembangan infrastruktur hingga kebudayaan.
Di Korea Selatan sendiri Surabaya merupakan sister city di Busan, yang merupakan kota terbesar kedua di negara tersebut. Sejak diresmikan tempat ini sangat ramai dikunjungi arek-arek Suroboyo untuk berolahraga atau hanya sekadar melepas lelah. Ada yang nongkrong, mengasah bakat fotografi, juga saat tertentu untuk berkumpul dengan komunitas. Hal itu didasari karena tempatnya yang sejuk, nyaman dan asri.
“Saya kesini tiga kali dalam satu minggu,” kata Agung, salah satu pengunjung yang ditemui pekan lalu. Kehadiran Agung, di tempat itu hanya untuk bersantai bersama teman-temannya. Namun, di taman ini tidak dilengkapi dengan lahan parkir yang luas berikut penjaganya. (Aldilla Diera)

Klik mengomentari

Tinggalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

Ke atas