Buleleng

Jadi Lokasi Pengungsian BBDF 2017 Ditunda

Ir. Nyoman Sutrisna,M.M.

Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pariwisata menyatakan menunda pelaksanaan Buleleng Bali Dive Festival (BBDF) 2017. Rencananya, BBDF untuk pertama kalinya akan digelar di Buleleng bagian Timur tepatanya di Desa Bondalem Kecamatan Tejakula, 24-28 Oktober mendatang.
Ajang BBDF sudah menjadi even tahunan yang selalu dinanti oleh wisatawan dari berbagai mancanegara untuk menikmati keindahan bawah laut perairan di Bali Utara. Sebelumnya secara berturut-turut BBDF dilakukan di wilayah Buleleng Barat khususnya Desa Pemuteran Gerokgak. Hal ini sebagai upaya untuk menyeimbangkan promosi antara laut Buleleng bagian Barat dan Timur. Sebab laut Buleleng Timur dinilai memiliki potensi yang tidak kalah dengan Pemuteran.
Sesuai dengan arahan serta petunjuk Bupati Buleleng, terkait situasi Gunung Agung yang berstatus awas maka ajang BBDF pelaksanaanya ditunda. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna,MM., pelaksanaan BBDF di Bondalem ditakutkan akan membuat kondisi semakin tidak kondusif. Meskipun daerah tersebut bukan merupakan Kawasan Rawan Bencana, akan tetapi lokasinya lumayan dekat dengan Kabupaten Karangasem sebagai lokasi Gunung Agung. “Selain itu, lokasi pelaksanaan event BBDF 2017 yaitu Desa Bondalem merupakan salah satu lokasi pengungsian masyarakat Karangasem dalam rangka antisipasi Erupsi Gunung Agung,” ungkapnya, Rabu (4/10).

Selain itu, Sutrisna mengatakan jika tetap dipaksakan maka kemungkinan aka nada penurunan minat dan keikutsertaan peserta pelaksana kegiatan pendukung. Dirinya tak menampik jika terjadi penurunan jumlah peserta yang ambil bagian di BBDF karena adanya travel warning dari negara asal wisatawan. “Keikutsertaan peserta juga menurun seperti narasumber workshop, komunitas penyelam akibat status awas gunung Agung. Rencananya kita kan mau menenggelamkan patung Boma untuk dijadikan sebagai terumbu karang buatan. Nanti kita tunda dulu lah penenggelamannya” ujar pria yang menjabat sebagai Kelian Desa Pakraman Buleleng ini.

Saat disinggung dampak meningkatnya aktivitas Gunung Agung terhadap kunjungan wisatwan ke Buleleng, Sutrisna tak menepis, jika ada penurunan wisatawan ke Buleleng. “Pengaruhnya memang ada. Namun tidak begitu signifikan. Kenapa? Karena memang belum ada erupsi. Apalagi Bandara kan masih beroperasi, belum ada pengalihan penerbangan. Secara persentase penurunannya di bawah 25 persen. Misalnya ada beberapa hotel yang dicancel tamunya akibat erupsi ini” akunya.
Sutrisna memastikan, Kabupaten Buleleng masih sangat aman untuk dikunjungi tamu mancanegara, di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Agung. “Bahkan tanggal 13 Desember nanti, ada Kapal Pesiar yang mengangkut 5.000 orang akan hadir di Buleleng, di Celukan Bawang. Sehingga masih sangat aman untuk berkunjung ke Buleleng. tidak usah takut. Apalagi Buleleng kan diluar dari radius berbahaya itu” tutupnya. (Wiwin Meliana).

Klik mengomentari

Tinggalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

Ke atas