Surabaya

Mengenal Teknik Minum Teh ala Bangsawan Inggris

Ada aturan minum teh agar nampak elegan. Cara tersebut dinamakan tea manner, meliputi penyajian, cara seduh, hingga pose duduk yang benar. Saat acara minum teh, tuan rumah menyiapkan cangkir, alas cangkir, sendok teh, dan sebuah celemek besar. Teh disajikan di tempat duduk dan meja yang rendah. Teh diseduh dengan seteko air panas, susu, dan gula. Jika diundang, tuan rumah menuangkan teh ke dalam cangkir, sedangkan tamu bisa memberi gula maupun susu sendiri.
Susu dicampur dengan teh hitam, kemudian gula baru dicampur dengan teh dan susu. Cara mengaduk dengan sendok teh berlawanan arah dari depan ke belakang, bukan diputar. Teknik ini dinamakan traditional tea.
“Traditional tea memang seperti itu. Setelah tuan rumah memberikan tehnya, susu dan gula dituang oleh tamu,” jelas Azizah Algadrie, Personality Coach dan Motivator.
Cara duduk tamu tegak, langsung menata celemek di atas pangkuan. Pegang pegangan cangkir, kemudian bawa ke dekat mulut jangan sampai kepala menunduk mendekati cangkirnya. Sebagai hidangan pelengkap, kue scones hangat, roti lapis atau sandwich dan berbagai macam roti kering (pastries) disajikan bersama dengan teh hitam.
Kue scones berbentuk bulat dan empuk, dibelah dengan tangan lalu dimakan per belah bukan setangkup. Tidak dimakan memakai garpu atau sendok, tetapi cukup memakai tangan. “Tea manner sangat menarik sekali oleh karena itu saya mengajarkannya,” tambah wanita cantik ini.
Tea manner mengadopsi tradisi minum teh dari Inggris. Mereka menikmati traditional tea sebanyak 165 ml cup per hari, dikenal dengan sebutan having tea, dan bukan afternoon tea yang notabene diklaim sebagai gaya hidup para bangsawan Inggris di abad ke-18.
Menurut sejarahnya, tradisi minum teh seperti afternoon tea mulai terkenal sejak 150 tahun yang lalu, yaitu sekitar tahun 1800-an. Awalnya dilakukan sebagai cara sosialisasi kaum konglomerat di Inggris. Mereka akan mengundang teman-temannya untuk menikmati teh beserta hidangan roti-roti kering jelang pukul empat sore.
Saat itu kaum pekerja tidak memiliki waktu untuk merasakan afternoon tea. Namun mereka memiliki sesi minum teh tengah malam yang disebut high tea. Saat ini high tea tidak terlalu terkenal karena budaya tersebut lebih sering dilakukan oleh kalangan bawah.
Karena kalangan bawah adalah pekerja, mereka tidak mempunyai waktu untuk melakukan afternoon tea. Sebagai gantinya, mereka melakukan tradisi minum teh sekitar jam 6 sore yang sekarang lebih dikenal sebagai dinner.
Saat ini tradisi minum teh tidak cuma dinikmati kalangan atas saja, siapapun bisa mencoba menikmati teh bersama keluarga maupun sahabat dengan mempelajari teknik tea manner yang ternyata cukup mudah untuk diikuti. Rasakan sensasi minum secangkir teh ala bangsawan Inggris (Lely Yuana)

Klik mengomentari

Tinggalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

Ke atas