Bunda & Ananda

Waspadai Genangan Air dalam Pot Tanaman Hias

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih saja menjadi ancaman bagi masyarakat. Penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina yang telah membawa virus Dengue dari penderita.
Upaya preventif dengan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M (menutup, menguras, mengubur) terus digencarkan. Karena, nyamuk Aedes aegypti menyukai hidup dan berkembang biak di tempat penampungan air dan barang-barang lain yang memungkinkan air tergenang, misalnya bak mandi/WC, tempayan, drum, tempat minum burung, vas bunga/pot tanaman air, kaleng bekas dan ban bekas, botol, tempurung kelapa, plastik, dan lain-lain yang dibuang sembarang tempat.
Vas bunga yang diisi tanaman samblung (Epipremnum, sp.) atau tanaman yang satu genus dengan tanaman samblung lainnya banyak dijadikan penghias ruangan perkantoran, bank, kamar hotel, ruangan kelas dan sebagainya. Umumnya tanaman samblung ditumbuhkan pada botol minuman air mineral yang tidak terpakai dimasukkan atau ditempatkan dalam vas bunga yang variasinya beraneka bentuk agar menambah keindahan dan kesejukan ruangan.
Tanaman samblung merupakan tanaman merambat yang hidup pada air sebagai tanaman air (hidrofit), sehingga keberadaan air di dalam botol minuman air mineral tempat tumbuh tanaman samblung itu harus tetap terisi.
Air yang tergenang dalam botol terbuka sebagai media tumbuh tanaman samblung itu menjadi sasaran yang sangat disukai sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk termasuk nyamuk Aedes aegypti betina yang menjadi vector pembawa virus Dengue.
“Hal ini yang sering terlewatkan. Genangan air dalam botol atau pot ini sangat memungkinkan menjadi tembat berkembang biaknya nyamuk,” ujar Dr. Drs. I WayanSuanda, S.P., M.Si.
Dosen Biologi di FPMIPA IKIP PGRI Bali ini mengatakan, agar tidak menjadi sarang berkembangnya nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD) maka perlu ada Tips memodifikasi vas tanaman penghias ruangan tersebut.
Umumnya tanaman hias dalam ruangan seperti samblung ditempatkan dalam botol minuman air mineral yang tidak terpakai, kemudian agar memberikan kesan keindahan maka botol yang berisi air sebagai media tumbuh tanaman dimasukkan ke dalam wadah yang memberikan kesan indah dan menarik. Namun air dalam botol itu dalam keadaan terbuka sehingga menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
“Untuk menghindari agar tidak menjadi sarang berkembang biak nyamuk maka perlu mendesain botol tempat tumbuhnya tanaman tersebut,” ujar Wayan Suanda. Botol minuman air mineral bagian atas yang ada tutupnya dipotong kira-kira 7-8 cm dari tutup botol dengan melubangi tutup botol tersebut supaya akar tanaman dapat menyerap air. Potongan botol tersebut dimasukkan dalam keadaan terbalik seperti corong (tutup botol berada di bagian bawah) pada bagian potongan yang lain.
Agar tanaman samblung dapat berdiri tegak pada botol, maka pangkal batang tanaman samblung diisi pecahan bata merah atau pecahan genteng. Pecahan bata merah atau genteng ini juga berfungsi untuk menyerap air sehingga dapat menjaga kelembaban untuk pertumbuhan tanaman dan sebagai pemberat agar tanaman dapat tumbuh tegak dan pecahan bata merah atau genteng itu juga dapat sebagai filter untuk menghindari bertemunya nyamuk dengan air sebagai tempat berkembangbiaknya.
Pemberian air dilakukan dengan mengangkat corong bagaian atas botol kemudian air dituangkan. “Hal sederhana ini bisa coba diterapkan di rumah atau perkantoran yang banyak memakai tanaman hias dalam pot. Selamat mencoba,” tandasnya. (Inten Indrawati)

Klik mengomentari

Tinggalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

Ke atas