Sudut Pandang

Lupakan Masalah saat On Air

Putu Wiwin Meliana Dewi

Tidak pernah terbersit dipikirannya untuk menjadi seorang penyiar radio. Bahkan dia bukan orang yang bisa dikatakan maniak radio. Saat itu, Putu Wiwin Meliana Dewi, tidak pernah bercita-cita untuk menjadi pemandu acara radio.
Perempuan yang akrab disapa Wiwin ini mengawali kisahnya tahun 2012 ketika mendengar salah satu radio di Buleleng membuka lowongan sebagai penyiar. Tanpa pikir panjang, ia pun membawa lamaran dan CV ke radio swasta tersebut. Dalam benak perempuan yang saat itu masih duduk dibangku kuliah, bisa bekerja dan kuliah dalam waktu bersamaan adalah hal yang luar biasa. Bisa mengatur waktu antara bekerja dan kuliah tentu menjadi tantangan yang tidak mudah bagi seorang mahasiswi.
Setalah melewati beberapa tes, dan training akhirnya perempuan kelahiran 22 Mei 1993 ini dinyatakan lulus dan diterima. Tentu, perjuangan untuk dapat diterima menjadi penyiar tidaklah mudah. Tidak ada pengalaman menjadi seorang MC maupun host sebelumnya membuat Wiwin harus berlatih lebih keras lagi untuk dapat menjadi penyiar profesional.
Perlu waktu yang tidak sebentar untuk melewati setiap tantangan yang ditawarkan profesi ini. Mulai dari topik pembicaraan yang dibahas setiap kali on air. Baginya, pekerjaan dibalik layar ini hanya memerlukan kecerdasan otak dan vokal yang bagus, sebab kedua hal inilah yang nantinya membuat pendengar setia anteng berjam-jam mendengarkan radio. “Wajah pas-pasan ga jadi masalah, asalkan bukan suara yang pas-pasan, kalau suara sudah bagus, pendengar akan berkhayal sendiri bagaimana bentuk paras penyiarnya,” ujarnya.
Selain bermodal suara, seorang penyiar juga harus berwawasan luas. Seorang penyiar harus lebih dulu tahu mengenai sesuatu baik itu informasi, lagu-lagu hits dan berita-berita di sekitar yang layak dikonsumsi pendengar, sehingga penyiar tidak hanya menghibur tetapi juga sebagai sumber informasi. Memiliki wawasan yang luas akan memudahkan seorang penyiar dalam menghidupkan komunikasi satu arah yang dibuat. “Seorang penyiar harus berwawasan, harus tahu pekembangan informasi dari berbagai bidang sehingga setiap topik pembicaraan setiap kali siaran dapat dikembangkan dari informasi itu,” imbuhnya.
Selain itu, tantangan dari para pendengar radio juga tidak boleh diabaikan. Bekerja di Radio Singaraja FM dengan program acara yang banyak diminati masyarakat tentu membuat radio tersebut banyak memiliki penggemar yang biasa disebut Rekan Singaraja FM. Banyaknya Rekan Singaraja yang menjadi penggemar membuatnya sebagai seorang penyiar berhadapan dengan berbagai macam karakter. Karakter penggemar satu dan lainnya tentu tidak selamanya klop dengan penyiar, sehingga tugas penyiar seprofesional mungkin menjaga sikap agar tetap membuat nyaman para penggemar.
Disamping tantangan ekstern, tantangan intern terkadang juga perlu disikapi secara bijak. Bertugas menghibur pendengar tentu seorang penyiar dituntut selalu bersemangat dan memberikan vibrasi positif. Akan tetapi, sebagai seorang manusia, tentu emosional seorang penyiar kadang kala labil dengan keadaan. Di sinilah keprofesionalan tingkat tinggi seorang penyiar dituntut sehingga setiap permasalahan pribadi harus dikesampingkan dulu. “Ketika di luar studio saya adalah seorang anak, seorang yang memiliki kekasih, dan seorang yang memiliki pekerjaan lain sehingga ketika ada permasalahan terkait dengan hal tersebut akan saya hilangkan ketika sudah masuk ke dalam studio,” jelasnya.
Perempuan yang meraih gelar sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia dari Undiksha Singaraja ini juga mengaku, selain banyak tantangan rupanya menjadi seorang penyiar juga dirasa banyak membawa manfaat. Melatih kepercayaan diri salah satunya. Terbiasa berbicara di depan mic dan didengarkan banyak orang membuatnya terlatih berbicara di depan publik. Selain itu, pengalamannya memandu acara interaktif membuatnya bisa bertemu dengan beberapa orang penting atau pejabat yang ada di Buleleng. “Memang ada acara khusus interaktif bekerjasama dengan beberapa instansi sehingga ini kesempatan buat saya mengenal narasumber-narasumber tersebut,” pungkasnya. (Ngurah Budi)

Laman: 1 2

Klik mengomentari

Tinggalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

Ke atas