Kuliner

Menikmati Secangkir Filosofi Kopi di Artotel Sanur

Tiga varian Filosofi Kopi, Tiwus, Lestari, dan Perfecto

Artotel Indonesia dengan bangga mengumumkan mulai Agustus 2017, para pecinta kopi dapat menikmati secangkir Filosofi Kopi di Artotel Sanur, Bali. Kerjasama yang dijalin antara Filosofi Kopi dan Artotel ini telah berlangsung sejak awal tahun 2017. Tiap Artotel akan menggunakan biji kopi dari Filosofi Kopi sebagai sajian utama kopi yang tersedia di restoran Roca yang berada di Artotel. Kerjasama ini dimulai di Artotel Thamrin, Jakarta pada Februari 2017, selanjutnya diikuti oleh Artotel Surabaya pada Mei 2017 dan kini di Artotel Sanur.

Pengumuman hadirnya Filosofi Kopi di Artotel Sanur dihadiri langsung oleh CEO Artotel Indonesia, Erastus Radjimin, serta pendiri Filosofi Kopi yang juga bintang film Indonesia, Chico Jeriko dan Rio Dewanto.

Dengan menyediakan tiga jenis biji kopi andalan Filosofi Kopi yaitu Perfecto, Tiwus, dan Lestari, Artotel Sanur akan menjadi tempat pilihan baru bagi para pencinta kopi di Bali, khususnya bagi penikmat kopi lokal Indonesia.

CEO Artotel Indonesia, Erastus Radjimin mengatakan sangat antusias dengan kolaborasi ini. “Filosofi Kopi sekarang dapat dinikmati di Artotel Sanur dan kita bisa bersama-sama #NgopiDiARTOTEL. Dengan hadirnya Filosofi Kopi di Artotel Sanur khususnya di restoran Roca, kami berharap Roca menjadi salah satu restoran di Sanur yang menyajikan kopi lokal terbaik Indonesia, apalagi ditunjang kehadiran Roca yang tetap dibuka untuk pelayanan 24 jam,” ujarnya.

Ia menambahkan kolaborasi Artotel dengan Filosofi Kopi karena sama-sama punya kecintaan terhadap seni dan cinta Indonesia. Karena adanya kesamaan visi inilah yang membuat kedua brand ini berkolaborasi.

Rio Dewanto sepakat dengan visi kolaborasi ini karena ada filosofi yang sama. Suami Atiqah Hasiolan ini menambahkan Artotel Sanur merupakan salah satu tempat syuting film Filosofi Kopi 2. Dalam film ini, secara totally cerita beda dengan Filosofi Kopi. Ada mimpi baru, ada ambisi baru. Tiap film Filosofi Kopi bisa dinikmati terpisah.

“Khusus untuk Bali saya acungi jempol. Perkebunan kopi masih terjaga bahkan dikombinasikan menjadi agrowisata. Sistem yang terjaga ini menjadikan perkebunan kopi Bali yang terbaik,” tegas Rio.

Sementara itu Chicco mengatakan petani kopi harus memiliki regenerasi. Tapi ada yang tak mau mengurus kebun kopi karena mencari pekerjaan lain. “Ada barista yang setelah nonton film Filosofi Kopi akhirnya kembali ke perkebunan sendiri dan menikmati hasil kebun sendiri,” ungkapnya. (Ngurah Budi)

Klik mengomentari

Tinggalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

Ke atas