Sosialita

Ni Luh Made Milan Megayoni: Taksu Kebaya Bali

Milan bersama keluarga

Kebaya dan kaum wanita tak bisa dipisahkan. Kebaya merupakan identitas bagi wanita dalam berbagai acara. Memakai kebaya menambah keanggunan wanita. Hal ini diungkapkan Ni Luh Made Milan Megayoni, pemilik “Gadis Bali Kebaya”.

Milan mulai tertarik dengan dunia fashion khususnya kebaya sejak SMP. Ia belajar sendiri alias otodidak. Hasil karya putri pasangan Drs. I Ketut Darmita Wirawan, M.Pd.-Ni Ketut Sulandi, S.E. ini diminati teman-temannya. “Waktu itu promosinya dari mulut ke mulut,” kenang alumnus SMPN 1 Marga dan SMAN 2 Tabanan ini.

Memasuki jenjang perguruan tinggi, minat Milan terhadap kebaya makin tinggi. Kuliahnya di Stikes Bali Jurusan Keperawatan sempat terganggu. Orangtuanya pun mengingatkan agar Milan fokus kuliah dulu, setelah lulus baru memikirkan bisnis. “Saya dan seorang teman mulai serius bisnis kebaya saat semester IV. Usaha rumahan di daerah Kediri, Tabanan. Kami beri nama “Gadis Bali”. Nama ini muncul begitu saja. Peminat kebaya lumayan banyak karena saya juga memanfaatkan media sosial untuk promosi. Saya sampai begadang untuk menyelesaikan pesanan. Inilah yang membuat orangtua khawatir dan meminta saya fokus kuliah,” ujar perempuan kelahiran Tabanan, 13 November 1992 ini.

Laman: 1 2 3 4 5 6

Klik mengomentari

Tinggalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

Ke atas