Kuliner

Nikmatnya Pancake Durian

Pancake Durian

Bagi Anda penggemar durian, musim panen durian merupakan musim yang dinantikan. Pedagang durian pun mudah ditemui. Tak hanya menikmati daging buahnya, durian juga bisa diolah menjadi berbagai kudapan.

Dari berbagai referensi dijelaskan durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan popular durian adalah “raja dari segala buah” (king of fruit). Banyak orang yang menyukai durian, namun banyak juga yang tidak tahan dengan aromanya.

Pada musim raya durian, buah ini dapat dihasilkan dengan berlimpah, terutama di sentra-sentra produksinya di daerah. Secara tradisional, daging buah yang berlebih-lebihan ini biasa diawetkan dengan memasaknya bersama gula menjadi dodol durian (biasa disebut lempok), atau memfermentasikannya menjadi tempoyak. Selanjutnya, tempoyak yang rasanya masam ini biasa menjadi bahan masakan seperti sambal tempoyak, atau untuk campuran memasak ikan.

Durian pun kerap diolah menjadi campuran bahan kue-kue tradisional, seperti gelamai atau jenang. Terkadang, durian dicampurkan dalam hidangan nasi pulut (ketan) bersama dengan santan. Dalam dunia masa kini, durian (atau aromanya) biasa dicampurkan dalam permen, es krim, susu, dan berbagai jenis minuman penyegar lainnya.

Salah satu olahan durian yang digemari adalah panekuk durian atau pancake durian. Ini makanan ringan berupa puree daging durian dan vla atau krim kocok yang dibalut dengan kulit crepes atau dadar gulung. Panganan ini pertama kali dipelopori oleh pedagang-pedagang kue rumahan di Kota Medan, dan lambat laun tersebar di kota-kota lain di Indonesia.

“Saya paling senang durian termasuk pancake durian. Nikmatnya luar biasa. Sekali makan pancake durian bisa empat potong,” ujar Dewi Aliyah, seorang penggemar durian.

Para pedagang panekuk durian juga membuat banyak variasi rasa krim, selain variasi daging durian yang digunakan. Pada umumnya panekuk durian menggunakan krim kocok polos berwarna putih, namun sekarang ini banyak pula pedagang panekuk yang memodifikasi krim kocok menjadi bercitarasa lain seperti stroberi, coklat, keju, dan lain-lain. (Ngurah Budi)

Klik mengomentari

Tinggalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

Ke atas