Sosialita

Eka Wiryastuti: Kepala Daerah Inovatif

Bupati Eka Wiryastuti mendapat penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif.  Apa saja yang ia sudah lakukan sehingga prestasi itu layak disandangnya?

Dilihat dari  statistik,  PAD Tabanan meningkat pesat. Dari awal   ia menjabat, PAD Tabanan Rp 460 miliar,  sekarang sudah hampir  Rp 2 triliun.  Termasuk juga, investasi  yang masuk ke Tabanan  Rp 800 miliar.  Disamping itu, peningkatan ekonomi juga  melebihi pencapaian  dari provinsi dan nasional. Pencapaian peningkatan ekonomi di Tabanan berkisar 6,4%.  Disamping itu, kata Eka Wiryastuti,  soal pertanggungjawaban keuangan daerah juga menjadi pertimbangan mengapa ia layak mendapatkan penghargaan tersebut. “Bagaimana  Tabanan mampu mewujudkan pertanggungjawaban administrasi keuangan, baik dalam  penganggaran,  perencanaan, eksekusi,  dan pengawasan yang transparan. Ini yang menjadi pertimbangan mengapa saya  mendapatkan penghargaan sebagai  kepala daerah inovatif,” kata Eka Wiryastuti.

Ia berpandangan, semua penghargaan yang ia terima sebetulnya sebagai alarm bagi dirinya,  untuk lebih meningkatkan pelayanan di segala bidang.  “Pelayanan baik di perencanaan  yang harus pro rakyat,  dan eksekusi  harus sesuai  aturan dan mekanisme yang ada, dan implementasinya dirasakan rakyat Tabanan. Termasuk evaluasi, sudahkah  anggaran itu mencakup kepentingan masyarakat umum,” ujarnya.

Ia mengatakan, tidak pernah ada target. “Boleh ada target tapi  kita tak boleh terpaku. Bekerja saja maksimal  tidak usah banyak mimpi. Skala prioritas ambil saja dua atau tiga. Tidak usah membias, akhirnya saking terlalu banyak tidak bisa fokus,” kata Eka Wiryastuti.

Saat ini ia fokus pada infrastruktur.  Dana yang dianggarkan Rp 65 – Rp 100 miliar untuk   hotmix. Hotmix harus tetap diplot.  Mudah-mudahan tahun 2018  sudah selesai semua, karena masih kurang lagi  300 kilometer. Saat ini jalan yang sudah di-hotmix sepanjang 600 kilometer.  Ada juga,  program partisipatif yakni program rakyat membangun jalan  selalu  dianggarkan dalam anggaran induk minimal Rp  3 miliar. “Material kami yang berikan dan rakyat yang membangun jalannya. Jadi dengan sistem gotong royong, DPRD, bupati, dan tokoh masyarakat juga ikut turut serta berpartisipasi. Jadi sifatnya seperti tegur sapa  terjadi hubungan emosional pemimpin dan rakyatnya,” kata Bupati Eka.  Termasuk juga dalam program Gerbang Indah, masing-masing kecamatan memilih jalan  yang memang  mereka ingin kerjakan secara gotong royong,  ini seperti partisipatif juga, dianggarkan juga Rp 1 miliar.

Sembari tersenyum ia berkata, jalan terpanjang dan terusak di Bali  ini warisan  dan PR buat dia,  tapi dia  tidak mau mengeluh. “Saya dilahirkan dan dititipkan di Tabanan untuk  menyelesaikan masalah, saya bersyukur. Buktinya saya bisa selesaikan.   Ada yang ribut, ada yang  ngomel ada yang nulis di medsos, semua  saya jawab. Saya  bilang sabar ya ini masih lelang semoga tahun  2018 bisa selesai. Kalau mereka complain itu  wajar. Namun, mereka harus paham,  PAD  Tabanan  tidak sebesar PAD Badung, jadi rakyat harus mengerti,” jelas Bupati Eka.  Walaupun  infrastruktur menjadi skala prioritas, ia tetap memikirkan masalah pendidikan, kesehatan, lingkungan,  dan sosial.

Skala prioritas kedua adalah ekonomi kerakyatan. “Potensi ekonomi  Tabanan,  punya hamparan sawah ini bisa menjadi tuan rumah di daerah sendiri.  Makanya kami hidupkan  ekonomi kerakyatan lewat bumdes dan bumda. Kami   memberi modal Bumdes sampai  Rp 200 juta per desa,” ucapnya.

Keberpihakan Eka Wiryastuti kepada petani membuatnya mendapatkan penghargaan  Satya Lencana dari Presiden Jokowi di bidang pertanian.

Eka Wiryastuti mengatakan, 70 % masyarakat Tabanan  adalah petani.  Orang berpikir  petani kalau sudah jual gabah selesai, tapi menurutnya tidak.  Bagaimana mengubah mindset  itu di mana petani tidak hanya  menjual gabah tapi  menciptakan produk olahan dari gabah itu  sendiri. Contohnya teh beras merah, atau beras merah menjadi jajanan. Termasuk potensi perkebunan dan perikanan. Tabanan juga surplus  2  ton ikan.  “Saya melihat petani Jepang bisa ke Bali, mengapa petani Bali tidak bisa ke Jepang. Artinya, nilai kesejahteraan mereka minim. Bagaimana  meningkatkan kesejahteraan  mereka,  salah satunya dengan  meningkatkan  dan mengajarkan mereka membuat olahan. Sepanjang mereka  mereka menjual mentah tidak punya nilai ekonomi. Karena itu, Ibu-ibu KWT diajarkan membuat bakso ikan, kerupuk ikan, empek-empek dan sekarang mereka sudah punya pasar,” kata Eka Wiryastuti.

Keberpihakannya kepada petani, ia wujudkan dalam pembuatan Perda khusus perlindungan petani  dan nelayan yang pertama di Indonesia. “Petani gagal panen kami  siap menganti rugi, setiap gagal panen selalu memberikan beras cadangan dan membebaskan pajak. Saat ini masih diberlakukan di jatiluwih, menyusul daerah lain.  Karena saya masih menunggu UU  RTRW dulu,  yang mana lahan produktif dan tidak,  nanti yang sudah  produktif kami berikan nilai  dan tidak dikenakan pajak.  Saat ini sudah 3000 hektar  lahan sawah tidak dikenakan pajak,” ujarnya.

Ia menegaskan,  kalau   mau 20 tahun ke depan, Tabanan masih menjadi  lumbung beras Bali perda   harus dibuat. “Itu salah satu bentuk komitmen kami mencintai petani. Rakyat perlu dibela mereka tidak  punya pendidikan dan akses yang cukup, kamilah  yang menjadi  jembatan harus  ada perda   perlindungan petani,” kata Eka Wiryastuti.

Bupati Eka  juga mengangkat potensi desa wisata.  Saat ini, sudah ada Bumdes 87 dan 41  desa wisata di Tabanan.  Menurutnya, desa wisata harus dihidupkan, kalau ini  hidup jarang orang akan menjual sawah.  Tinggal bagaimana kita mengemasnya agar menjadi destinasi wisata. Bukan hanya mengajarkan tamu yang datang belajar nenam padi, tapi juga membuat jamu herbal.

Ia berprinsip,  budaya harus dijaga. “Saya akan membuat festival, mengangkat makanan dan seni. Budaya tidak hanya soal seni,  makanan juga termasuk budaya. Saya ingin mereka tahu Tabanan juga punya kuliner yang tak kalah dengan makanan internasional.   Ada laklak penebel yang terkenal.  Rencana saya ada lomba fotografi dan video soal kuliner.  Saya datangkan juri nasional, supaya banyak tamu yang datang.  Endingnya  pedagang kaki lima menjadi partnership Bumda. Saya akan membuat  tempat wisata di Yeh Gangga, saya  “sulap” seperti Jimbaran. Saya ajarkan masyarakat untuk happy dan sibuk dengan hal positif. Budaya itu tujuannya  mempererat hubungan persatuan,” ujarnya lebih jauh.

Dengan semangat ia mengatakan, ketika orang lain sibuk demo dan suka menjelekkan orang, ia lebih suka sibuk mempromosikan potensi dan budaya dan ekonomi kerakyatan.  “Saya bawa politik domestik ke dalam, walaupun ada satu dua yang tidak puas itu biasa, namanya  orang tidak ada yang sempurna, tapi bagi saya itu adalah tantangan  untuk terus berinovasi dan berkarya,” ujar Bupati Eka.

Dalam program Gerbang Mas, ia memberikan permodalan  kepada produk unggulan sector pertanian yang yang mau diangkat.   Gerbang pangan, ada dana Rp 500 juta dianggarkan  untuk semua subak dipilih masing-masing  kecamatan untuk diangkat produknya. “Dana Rp 500 juta itu keroyokan untuk semua program SKPD, baik itu lingkungan hidup, peternakan,  perikanan, dll. Ada Rp 5 miliar tiap tahun untuk mengangkat subak.  Saya tidak mau ada satu subak saja yang terkenal, Saat ini ada 280 subak, kami harapkan semua didorong untuk  mengangkat   produksinya potensinya  masing-masing,” jelasnya.

Banyaknya penghargaan yang diterima Eka Wiryastuti sampai membuat Ketua umum PDI Perjuangan Megawati, terkagum-kagum. Dalam satu kesempatan, Megawati sempat berucap, jangan lupa dokumentasikan prestasimu, agar bisa memberi inspirasi bagi orang lain.  “Penghargaan yang saya terima, tidak membuat saya takabur, tapi menjadi  alarm untuk bisa mengevaluasi dan berbuat yang lebih baik, namanya kita hidup bergerak ke arah yang positif. Janganlah kita mengejar sesuatu, dan banyaklah  bersyukur.  Jangan berkahayal, apa  yang ada di depan kita itu saja dulu jalani. Masalah akan menjadi apa itu karena kita berbuat,” ujanrya.

Ia hanya berprinsip, menabung karma, berpikir positif, selalu  ingat yang di atas. “Tiba-tiba saja ada ide kreatif yang harus saya lakukan. Saya ikhlas  dan tulus, sembahyang dan puasa tidak pernah lepas, seperti “ketagihan” menolong umat termasuk menjadi ibu asuh anak yatim piatu.  Namun, masih saja ada orang yang tak puas. “Saya membuat  program mudik gratis, diomongin dibilang ini itu. Saya tegaskan saya ini Pancasilais. Alasan saya, sepanjang dia warga Tabanan saya bantu. Saya tidak mau warga Tabanan pulang mudik sampai kecelakaan, jangan dibawa ke agama apalagi soal iman. Jangan mendengarkan  isu-isu, kembali ke diri kita, kita menjelek-jelekkan orang, apa diri kita sudah benar, mari intropeksi diri,” kata Eka Wiryastuti.

Ia meminta, jangan hanya bisanya menjelek-jelekkan orang.  Apa yang sudah kamu perbuat untuk orang lain.  Apa yang kita buat harus berimplementasi dan bermanfaat  bagi banyak orang. Makanya,  pemimpin harus bisa melahirkan kebijakan  yang mensejahterakan orang.  Ingat pesan Bung Karno,  jangan lupakan sejarah.  Harusnya bersyukur Bung Karno sudah bisa  membebaskan  kita dari belenggu penjajahan,  kita kok hanya  bisa menghancurkan. Ia melihat, sekarang ini, orang mengukur dengan cara instan, dengan cara fitnah, politik kodok, injak  teman biar dia keliatan. Padahal itu sangat bertentangan Pancasila.

Bagaimana pun, semua prestasi yang ia raih, kata  Bupati Eka, berkat kerja super tim. Ia mengucapkan terimakasih atas kerja sama semua jajaran birokrasi, DPRD, sekda, litbang dll, karena semua berperan dalam super tim.  Tidak ada superhero, yang ada superteam, tim yang kuat serta tim yang napas dan  jiwanya untuk memajukan Tabanan.  Walaupun ada yang bilang dirinya superwomen, tapi ia selalu ingat, berpikir psositif, pola hidup yang sehat, termasuk  pola makan dan olahraga,  meditasi sembahyang tak pernah putus, istilahnya bagi dia, menabung karma, ia jalani dengan ikhlas dan tulus sehingga ia bersyukur selalu dalam kondisi sehat dan hasil general check up selalu baik.  Intinya, kata dia, apapun prestasi yang ia raih, semoga dapat memberi inspirasi dan motivasi kepada orang lain, tetap berbuat karena hasil pasti mengikutinya dan jangan pernah lelah berkarya untuk anak bangsa. -ast

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

To Top