| Hadirkan Suasana Pantai di Kamar Mandi |
|
|
| Senin, 01 Februari 2010 | |
Bisnis Kerajinan dari Kerang-keranganKrisis ekonomi dunia membawa dampak besar pada perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor. Itu juga yang dialami Promosia Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang kerajinan perlengkapan bathroom (kamar mandi) dari kerang-kerangan. Bukan saja krisis prekonomian dunia yang menghantam tetapi juga gempuran produk Cina, membuat penurunan drastis pada penjualan di pasar internasional. “Penurunannya cukup signifikan. Awalnya karena produk-produk Cina yang juga menjual produk yang sama dengan harga jauh lebih murah, lalu ditambah lagi krisis ekonomi dunia,” ujar Ahmad Haryanto, Kepala Produksi PT Promosia, Surabaya. Pihaknya mengaku sempat tidak habis pikir kenapa produk Cina yang membanjiri pasar bisa dijual dengan harga yang relatif lebih murah. Padahal sama-sama menggunakan material resin. Tak jarang, mereka (Cina) berani banting harga sampai hampir 50 persen. Hal ini sempat ‘memukul’ pasar produk Promosia di luar negeri. Konsumen yang tidak mengerti lebih suka beli produk Cina. “Kami sempat bingung, kok, bisa jual lebih murah? Kami tidak mungkin menjual dengan harga seperti itu. Bukan hanya tidak dapat apa-apa, tapi malah merugi karena ongkos produksi lebih besar,” jelasnya. Meski demikian, mereka tetap peduli dengan hal tersebut, dengan cara mencoba menggunakan material lain yang memungkinkan harga bisa lebih murah. Mereka mencoba resin impor dari Cina, ternyata hasilnya tidak bagus. Produk menjadi tidak mengkilap. “Kalau dipaksakan juga—demi harga lebih murah—pasti konsumen kecewa. Pun, kalau kami mengurangi material, pasti hasilnya tidak bagus. Mutu pun akan turun. Kami tidak mau itu,” tegasnya. Suatu ketika, kisah Haryanto, seorang Ibu datang pada mereka seraya mengeluh produk yang baru dibelinya di Singapura, retak. “Saya tanya, apakah mereknya sama dengan yang kami jual. Lalu saya tunjukkan desain-desain produk kami. Dia bilang, itu produk Cina, harganya lebih murah,” tuturnya. “Biasanya mereka yang complain itu, lalu membeli produk kami. Dan, sejauh ini tidak ada complain,” jelasnya. “Akhirnya kami putuskan, untuk tetap mempertahankan mutu, selain mengetengahkan desain-desain yang inovatif, Toh, pembeli akhirnya akan bisa membedakan mana barang dengan mutu bagus,” tambahnya lagi. Pasar Dalam Negeri Di bagian lain, guna menyiasati ‘lesu’nya penjualan di luar negeri, pihaknya pun mengubah orientasi pasar. Perusahaan yang sejak awal berdiri 10 tahun lalu berorientasi ekspor, pun, banting stir. Meski tetap memasarkan ke luar negeri, namun kini fokus utama menggarap pasar dalam negeri. “Kami giat berpameran, utamanya pameran berskala nasional yang kerap digelar di Jakarta,” tuturnya. Pasar dalam negeri yang selama ini kurang tergarap benar, kini mendapat perhatian serius. Strategi ini cukup berhasil, terbukti dengan meningkatnya penjualan di dalam negeri. Apalagi persaingan di dalam negeri untuk produk sejenis, sangat sedikit. “Kalau di Jawa Timur, saingan satu-satunya hanya dari perusahaan di Situbondo. Tetapi, itu pun tidak terlalu pengaruh, karena perusahaan itu hanya memproduksi sedikit. Jadi, untuk pasar dalam negeri, kami bisa lebih leluasa, karena ‘pemainnya’ kurang,” ujarnya. Produk yang ditawarkan memang nyaris hampir seluruhnya perlengkapan bathroom (kamar mandi) yang terbuat dari hasil laut seperti kerang-kerangan, pasir laut, dll. “Temanya, menghadirkan suasana pantai di kamar mandi konsumen,” tambahnya. Meski demikian, mereka pun memberi kebebasan bagi konsumen jika ingin menentukan material atau desain sendiri. Dengan desain-desain yang menarik, semuanya terlihat indah. Sebut saja, tutup toilet transparan terbuat dari resin di dalamnya diberi hiasan kerang, juga kaca yang didesain unik dengan hiasan keran, bowl transparan, tempat sabun, dll. “Sebenarnya bukan hanya kerang semata, tetapi kami juga mengombinasikan dengan material lain, seperti tempurung kelapa yang di dalamnya dilapisi kerang, supaya produk lebih variatif,” ujar Haryanto yang juga sebagai desainer perusahaan tersebut, Selain mutu produk, salah satu kekuatan dari produk yang dijual adalah desain. “Dulu tenaga desainer kami berasal dari Australia. Dia juga yang pada awalnya membuat aneka desain perlengkapan bathroom. Kami belajar padanya, termasuk saya,” jelasnya. --dia |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





Bisnis Kerajinan dari Kerang-kerangan