|
Industri Tenun perlu Generasi Muda yang Produktif |
|
|
|
Senin, 30 Agustus 2010 |
Mengunjungi Sentra Industri Kerajinan di Gianyar . Jika hanya mengandalkan teknik produksi tradisional tenun cagcag tidak akan mampu memenuhi pasar. Untuk itu, perlu pengembangan tenun ikat dengan alat tenun bukan mesin (ATMB). Usaha pertenunan Putri Ayu pun termotivasi mengembangkan ATBM sejak 1991. Dengan alat tersebut dihasilkan kain lebar utuh tanpa sambungan. “Panjang kain juga tidak terbatas sesuai keinginan serta motif,” kata Ida Bagus Adnyana, pemilik pertenunan Putri Ayu, Blahbatuh di sela-sela kunjungan wisata jurnalistik Tim Peningkatan Kualitas Penyebarluasan Informasi Pemprov. Bali. |
|
|
Uji Jaringan XL di Jalur Mudik Aman |
|
|
|
Senin, 23 Agustus 2010 |
Kuasai Bali dan NTB. MEMASUKI bulan puasa/ramadan dan menyongsong Idulfitri 1 Syawal 1431 H, terjadi kesibukan operator telekomunikasi. Sejumlah operator tidak mau kehilangan momen tahunan ini dengan menyiapkan layanan dan jaringan jauh hari sebelum Ramadan tiba. Dua operator besar yang masuk deretan papan atas XL dan Indosat memberikan perhatian khusus pada penyediaan jaringan berkualitas yang diyakini mampu mengatasi lonjakan trafik yang dipastikan akan terjadi selama Ramadan hingga cuti bersama liburan Idulfitri. |
|
|
Senyum Indosat Sambut Pemudik Lebaran |
|
|
|
Senin, 23 Agustus 2010 |
MOMEN Ramadan dan Idulfitri 1431 H mendorong operator melakukan langkah inovatif. Tujuan akhirnya, memetik omzet rupiah sebesar-besarnya. Masyarakat selaku pelanggan merupakan raja yang harus dilayani dengan baik. Selain harga yang ditawarkan harus murah dan berkualitas, kenyamanan pelanggan telekomunikasi juga harus dijamin. Terkait tuntutan itu, Indosat memasarkan program Mudik Senyum Indosat 2010. |
|
|
Tak Ada lagi Produk yang bisa Dibajak |
|
|
|
Senin, 26 Juli 2010 |
”INI hasil terjerumus,” ujar Putu Sudiarta, S.Kom. Direktur PT Bamboomedia Cipta Persada. Dunia komputer dikenalnya saat duduk di bangku SMA, di SMA Negeri 3 Denpasar. Seorang teman yang begitu cinta pada dunia teknologi, menjerumuskannya pada dunia yang sama. ”Saya mengikuti apa yang dia suka,” akunya. Harapannya bisa menekuni kecintaannya lebih dalam di Institut Teknologi Bandung setamat SMA, pupus ketika lamaran kuliah melalui jalur penelusuran minat dan kemampuan ditolak universitas di Bandung itu. ”Hal itu menjadi titik kegagalan dalam hidupku,” ungkap lelaki kelahiran Klungkung, 7 Januari 1975 ini. |
|
|
Berangkat sebagai Pembantu Pulang Jadi Investor |
|
|
|
Selasa, 01 Juni 2010 |
DRA. MURSIDA RAMBE telah berhasil membantu banyak pedagang kecil yang kesulitan modal, tanpa memandang agama dan keturunan pedagang tersebut. Bahkan, lewat Baitul Mal Wattamil (BMT) yang didirikannya, ia berhasil membantu tenaga kerja Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hongkong, pulang ke Tanah Air menjadi investor. |
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 9 dari 26 |