|
Sate Jamur Kuliner Favorit Bulan Puasa |
|
|
|
Senin, 16 Agustus 2010 |
MEMASUKI bulan Ramadan sekarang ini Tina (40) menyajikan masakan spesifiknya, sate jamur. Warga Kelurahan Karangrejo ini membuat lesehan sate jamur di Jalan Kepiting, sejak sebulan lalu. “Rasanya tidak jauh beda dengan sate daging. Bahkan lebih gurih daripada daging ayam,” kata Tina, Kamis (12/8). |
|
|
Upahnya, 100 Tusuk Rp 5000 |
|
|
|
Senin, 16 Agustus 2010 |
RAMAINYA permintaan sate jamur membuka pekerjaan baru bagi warga. Salah seorang yang mendapat berkahnya, Istianah (40). Ia bekerja di warung Tina. Sebelum permintaan meningkat, Istianah mampu menusuk sate sendirian. Begitu pengunjung meningkat, dia mengerahkan tiga hingga empat ibu untuk membantu menusuk sate. Upahnya, 100 tusuk Rp 5000. “ Siapa cepat, pasti dapat banyak,” katanya. |
|
|
Takut Gemuk dan Kolesterol |
|
|
|
Senin, 16 Agustus 2010 |
BAGI Nia (21), sate jamur merupakan makanan favorit. Karyawati salah satu bank swasta ini mulai kepincut sate jamur setelah membaca beritanya di koran. Karena penasaran, dia langsung mencobanya. “Sejak itu, aku langsung suka,” katanya Kamis (12/8). |
|
|
Berkat Hadrah Rezeki Koming Melimpah |
|
|
|
Senin, 19 Juli 2010 |
HADRAH merupakan salah satu budaya favorit di Banyuwangi. Cabang kesenian islami ini bisa dijumpai sampai di pelosok desa. Sayang, menjamurnya kesenian ini tidak dibarengi berkembangnya pengrajin rebana, peralatan utamanya. Di Banyuwangi, tercatat dua orang yang menekuni kerajinan rebana. |
|
|
Singapura Pesan 24 Set Peralatan Hadrah |
|
|
|
Senin, 19 Juli 2010 |
USAHA kerajinan rebana Koming menjadi berkah bagi warga di sekitarnya. Seperti yang dirasakan Basri (60), setelah bergabung dengan Koming. Tugasnya sebagai tukang menghaluskan kayu bahan rebana saja bisa mendapat upah Rp 50.000 per hari. |
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 9 dari 24 |